Jumat, 29 Juni 2012

Internet Service Provider


            ISP (Internet Service Provider) atau penyedia jasa layanan internet merupakan suatu badan usaha yang memberikan layanan untuk terhubung ke internet baik milik pemerintah maupun swasta.
            Ada 2 sifat ISP yaitu:
-          ISP yang bersifat tertutup, adalah ISP yang hanya melayani jaringan internet untuk jaringan lokal lembaga yang bersangkutan. Misalnya, ISP yang ada pada beberapa departemen milik pemerintah, perusahaan-perusahaan besar, lembaga riset dan lembaga pendidikan.
-          ISP yang bersifat umum, adalah ISP yang memberikan layanan jaringan internet untuk masyarakat luas, baik pribadi maupun kelompok. Umumnya, ISP jenis ini bersifat komersial, artinya ISP ini menjual jasa layanan koneksi dengan jaringan internet. Contoh: WasantaraNet, LinkNet, D-Net, TelkomNet, RadNet, dan IndosatNet.
            Ada dua tipe layanan internet dari ISP yaitu:
1.      Dial-up Connection
            Merupakan koneksi ke internet yang bersifat sementara dimana pelanggan tidak terkoneksi secara terus menerus ke internet. Pelanggan hanya dikenakan biaya berdasarkan lamanya mereka terkoneksi ke internet. Untuk melakukan dial-up connection yang dibutuhkan adalah komputer/PC, modem, saluran telepon dan software yang disediakan ISP. Jenis koneksi ini umumnya digunakan oleh pengguna yang menginginkan mengakses internet dari rumah dan umumnya komputer yang digunakan adalah komputer tunggal. Contoh :Telkomnet instant dari Telkom juga beberapa layanan dari ISP wireless lokal.
2.      Dedicated Connection
            Merupakan koneksi yang bersifat menetap artinya, terhubung ke internet selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Jenis koneksi ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan jumlah komputer dan karyawan banyak. Untuk menekan biaya telekomunikasi, maka perusahaan tersebut membuat sebuah LAN dan menghubungkan LAN ke internet melalui suatu ISP dengan menggunakan hanya 1 buah modem dan saluran telepon sewa yang online selama 24 jam. Karena system ini mahal, biasanya ISP memberikan beberapa metode untuk menekan harga misalnya memberikan batasan jumlah yang boleh diupload atau didownload oleh pelanggan selama 1 bulan. Jumlah batasan data ini biasanya disebut quota.Contoh : layanan-layanan dari Channel 11, ERA AKSES, dan Speedy dari Telkom.

Kamis, 28 Juni 2012

Perangkat Keras Dalam Jaringan Komputer


            Ada beberapa perangkat keras yang dibutuhkan dalam membangun sebuah jaringan komputer seperti komputer, card network dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan yaitu printer, CD/DVD ROM, scanner dan lainnya yang dibutuhkan untuk proses transformasi data di jaringan. Perangkat-perangkat tersebut antara lain: server, workstation, network interface card, router, repeater, hub, dan switch. Berikut ini adalah keterangan dari masing-masing perangkat keras tersebut.
1.      SERVER
            Server merupakan jantungnya dalam jaringan karena pada umumnya server adalah komputer yang sangat cepat, memiliki memori yang besar dan harddisk dengan kapasitas besarserta kartu jaringan yang besar. Dapat dikatakan bahwa server adalah “pusat” dari semua kegiatan dalam suatu jaringan komputer.
            Banyak layanan yang disediakan dalam server yaitu layanan file, layanan print, layanan basis data untuk client, danl ayanan eksekusi program untuk client. Tugas sebuah server adalah mengontrol komunikasi dan informasi di antara node / komponen dalam suatu jaringan.Contoh :mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node ke node yang lain, menerima e-mail pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain.
2.      WORKSTATION
            Keseluruhan komputer yang terhubung ke file server dalam suatu jaringan disebut workstation. Sebuah workstation minimal mempunyai kartujaringan, aplikasi jaringan (software jaringan), dan kabel untuk menghubungkan ke jaringan.Biasanya sebuah workstation tidak terlalu membutuhkan floppy karena data yang ingin disimpan bisa diletakkan di file server.
3.      NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
            NIC  atau kartu jaringan dikenal juga dengan Ethernet card.NIC merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antarkomputer.Untuk komputer lama, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi di dalam komputer.Saat ini, kartu jaringan sudah terintegrasi dalam motherboard.
            Kartu jaringan harus ada dalam komputer baik client maupun server agar dapat dijalankan dalam jaringan.Dua fungsi utama kartu jaringan yaitu:
a) Perangkat yang menyambungkan kabel jaringan dengan komputer
b) Perangkat yang menyediakan pengalamatan secara fisik (MAC address).
4.      ROUTER
            Router merupakan pintu gerbang jaringan komputer.Jika suatu jaringan komputer ingin berkomunikasi dengan komunitas jaringan lain maka diperlukan sebuah router.  Router berperan penting karena router memiliki kemampuan untuk diberi alamat yang disebut dengan IP address.Karena memiliki kelebihan ini maka IP address router yang dicari terlebih dahulu oleh router lain dalam pengiriman data.
Pada dasarnya, fungsi router adalah sebagai berikut:
a) Mengatur jalur sinyal secara efisien.
b) Mengatur pesan di antara dua buah protokol.
c) Mengatur pesan di antara topologi jaringan linear bus dan star.
d) Mengatur pesan yang melewati kabel fiber optic, kabel koaksial, atau twisted pair.
5.      REPEATER
            Repeater pada dasarnya merupakan alat yang sederhana yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya. Duas ubjaringan yang dihubungkan oleh perangkat ini memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga  berfungsi untuk memperbesar batasan panjang satu segmen.
6.      HUB
            Hub adalah perangkat yang menerima beberapa hubungan dari topologi jaringan yang dibuat.Hub standar mempunyai fungsi utama hanya untuk menyambung kabel-kabel antarkomputerdan menguatkan sinyal-sinyal data yang melaluinya.Jika ada dua komputer yang mengirimkan data dalam waktu yang bersamaan maka dapat terjadi collision atau tabrakan data.Untuk menghindarinya, dibuatlah aturan CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection), yaitu aturan yang memastikan media lalu lintas data berjalan lancar untuk satu komputer dalam satu waktu.Namun ketika jumlah komputer semakin banyak maka aturan tersebut tidak berlaku maka dapat menggunakan perangkat switch.
7.      SWITCH
            Sering disebut dengan multiport bridge dan terdiri dari beberapa port Ethernet. Agar komputer dapat saling berkomunikasi, switch membentuk jalurkhusus tidak nyata (virtual circuit).Kemampuan switch membentuk virtual circuit karena switch berkemampuan untuk mengenal, menganalisis, dan menyimpan MAC address dari setiap kartu jaringan yang terhubung ke switch.

Pembuatan Kabel Jaringan Komputer

Sebelum melangkah ke pembuatan kabel jaringan, perlu diketahui bahwa ada 2 macam jenis kabel jaringan yaitu tipe Straight dan Crossover.
1. Tipe Straight
            Fungsinya untuk mengkoneksikan 2 device yang berbeda.Contoh : koneksi PC dengan Switch.
            Susunan kabelnya menggunakan T568B dengan susunan warna sebagai berikut:
-          Orange putih
-          Orange
-          Hijau putih
-          Biru
-          Biru putih
-          Hijau
-          Coklat putih
-          Coklat
2. Tipe Crossover
            Fungsinya untuk mengkoneksikan 2 device yang sama. Contoh :koneksi PC dengan PC.
            Susunan kabelnya menggunakan T568A dan T568B.


Susunan warna untuk kabel T568A yaitu:
-          Hijau putih
-          Hijau
-          Orange putih
-          Biru
-          Biru putih
-          Orange
-          Coklat putih
-          Coklat
Susunan warna untuk kabel T568B yaitu:
-          Orange putih
-          Orange
-          Hijau putih
-          Biru
-          Biru putih
-          Hijau
-          Coklat putih
-          Coklat


Bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan kabel jaringan yaitu :
-          Kabel UTP
-          Konektor RJ-45
-          Guntingatau cutter
-          Cripping tool ( tang khusus untuk menghubungkan kabel dengan konektor)

Langkah – langkah pembuatan :
1.      Kupas kulit pelindung luar kabel.
2.      Buka lilitan pada masing-masing pasangan kabel.
3.      Urutkan warna kabel berdasarkan tipe kabel yang ingin dibuat.
4.      Rapikan bagian ujung kabel dengan menggunakan gunting. Setiap ujung kabel harus mempunyai panjang yang sama.
5.      Masukkan kabel ke dalam lubang konektor RJ-45.
6.      Pastikan kedelapan kabel sudah masuk dengan benardan rata.
7.      Gunakan cripping tool untuk menjepit konektor dengan kabel, tekan dengan kuat agar kabel tidak terlepas.
Untuk mengecheck apakah kabel yang dibuat dapat berfungsi dengan baik maka dapat digunakan alat yang bernama Ethernet Cable Tester.

Sabtu, 02 Juni 2012

Subnet Mask



1.      Pengertian Subnet Mask
                   Subnet mask adalahsebuahistilahteknologiinformasidalambahasaInggris         yang mengacukepadaangkabiner 32 bit yang digunakanuntukmembedakan network          ID dengan host ID, menunjukkanletaksuatu host, apakahberada di jaringanlokalatau        jaringanluar.

                    RFC 950 mendefinisikanpenggunaansebuah subnet mask ( address mask )          sebagaisebuahnilai 32-bit yang digunakanuntukmembedakan network identifier dari host identifier di dalamsebuahalamat IP.

          Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalahsebagaiberikut:
vSemua bit yang ditujukan agar digunakanoleh network identifier disetkenilai 1.
vSemua bit yang ditujukan agar digunakanoleh host identifier disetkenilai 0.
                    Setiap host di dalamsebuahjaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan          sebuah subnet mask meskipunberada di dalamsebuahjaringandengansatusegmen       saja. Entahitu subnet mask default (yang digunakanketikamemakai network identifier berbasiskelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan      ketikamembuatsebuah subnet atausupernet) harusdikonfigurasikan di dalamsetiap   node TCP/IP.

2.      Cara PerhitungandanContohPerhitungan Subnet Mask
            Subnettinghanyaberkisarpada 4 persoalanyaitu :Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, danAlamat Host- Broadcast.Sebelummenujuperhitungan subnet mask, ada review mengenaisubnettingkelaspada IP address:
Default prefix :
v  Kelas A dengan Subnet mask 255.0.0.0; atau prefik = / 8; atauhitungan binary-nya = 11111111.00000000.0000000.0000000
v  Kelas Bdengan Subnet mask 255.255.0.0; atauprefik = / 16; atauhitungan binary-nya  = 11111111.11111111.0000000.0000000
v  Kelas C denganSubnet mask 255.255.255.0; atauprefik = / 24; atauhitungan binary-nya = 11111111.11111111.1111111.0000000
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19









         







 Tabel di atasmerupakandaftar subnet yang dapatdilakukanuntuksubnetting.Konsep CIDR (Classless Inter-Domain Routing)diperkenalkanpertama kali tahun 1992 oleh  IEFT.
            CARA PERHITUNGAN SUBNET MASK :
a.      MenghitungJumlah Subnet
Rumus : 2x
dimana x adalahjumlahangkasatudalamoktet binaryataudapatkitagunakanrumus : Prefix - Default_Prefix
b.      Jumlah Host per Subnet
Rumus : 2y - 2
yang mana y adalahbanyaknya binary 0 didalamoktetterakhirataubisamenggunakanrumus : Max_Prefix – Prefix
c.       Menghitung Blok Subnet
Rumus : 256 – nilai octet terakhirdalam subnet mask
Untuk subnet berikutnya, makahasilpengurangantersebutditambahkan.
Contoh :hasil=64, makamenjadi 64+64=128, 128+64=192.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Network Address 192.168.1.0/26
Jawab :
192.168.1.0 berartikelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192)
11000000didapatdari :
192 : 2 = 96 sisa 0
96  : 2 = 48 sisa 0
48  : 2 = 24 sisa 0
24  : 2 = 12 sisa 0
12  : 2 =  6 sisa 0
6   : 2 =  3 sisa 0
3   : 2 =  1 sisa 1
1. Jumlah Subnet = 2x. JadiJumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2. . Jadijumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilaioktetterakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnyaadalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192.Jadi subnet lengkapnyaadalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
    








Subnet mask yang bisadigunakanuntuksubnetting class C :
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30




SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30












Subnet mask yang bisadigunakanuntuksubnetting class Bsepertipadatabel di atas. Dalammenghitungsubnet maskkelas B terdapat 2 teknik. CIDR /17 sampai /24 caranyasamapersisdengansubnetting Class C, hanyabloksubnetnyakitamasukkanlangsungkeoktetketiga, bukanseperti Class C yang “dimainkan” di oktetkeempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktetkeempat, tapisetelahselesaioktetketigaberjalanmaju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

·         menggunakansubnetmaskdengan CIDR /17 sampai /24.
Contoh network address 172.16.0.0/18
Jawab :
172.16.0.0 berartikelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0)
1. Jumlah Subnet = 2^2 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 214 – 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnyaadalah 64 + 64 = 128, dan128+64=192.Jadi subnet lengkapnyaadalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid :
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255










·         menggunakansubnetmask CIDR /25 sampai /30.
Contoh network address 172.16.0.0/25.
Jawab :
172.16.0.0 berartikelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2^9 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
3.Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadilengkapnyaadalah (0, 128)
4.Alamat host dan broadcast yang valid

Subnet
172.16.0.0
172.16.0.128
172.16.1.0
…
172.16.255.128
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.0.129
172.16.1.1
…
172.16.255.129
Host Terakhir
172.16.0.126
172.16.0.254
172.16.1.126
…
172.16.255.254
Broadcast
172.16.0.127
172.16.0.255
172.16.1.127
…
172.16.255.255









SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Subnet mask yang bisadigunakanuntuksubnetting class Aadalahsemua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Network Address 10.0.0.0/16.
Jawab :
10.0.0.0 berartikelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2^8 = 256 subnet
2.Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
3.Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4.Alamat host dan broadcast yang valid



Subnet
10.0.0.0
10.1.0.0
…
10.254.0.0
10.255.0.0
Host Pertama
10.0.0.1
10.1.0.1
…
10.254.0.1
10.255.0.1
Host Terakhir
10.0.255.254
10.1.255.254
…
10.254.255.254
10.255.255.254
Broadcast
10.0.255.255
10.1.255.255
…
10.254.255.255
10.255.255.255